TUHAN, BOLEHKAN AKU MEMINTA? - SAJENGAN.ID

TUHAN, BOLEHKAN AKU MEMINTA?
TUHAN, BOLEHKAN AKU MEMINTA?


Aku masih mengingat malam itu, ya malam dimana saat keluargaku menjadi berantakan, dan aku juga masih sangat mengingat perempuan itulah yang menjadi akar masalah di keluargaku.

Waktu aku masih sangat kecil untuk meghadapi pahitnya masalah yg di rasakan mama . Papaku adalah seorang pengusaha yang sukses di usia mudanya sungguh suatu kebanggaan untuknya bukan? ☺

Aku duduk di sebuah ayunan tanpa terasa air mata menetes membashi pipi ini. Kuambil nafas dan menghembuskannya perlahan seraya berharap beban ini sedikit terlupkan walau tidak menghilang, yaa.. Mustahil beban seberat ini untuk hilang ☺

8 tahun telah berlalu .

Lamanya mama tega pergi meninggalkan aku.

". Din . Mama sama Papa ingin pergi ke surabaya . Dinda baik2 dirumah ya . Kalau ada apa2 tinggal panggil bik iyem dan bik muna (ucap perempuan itu)

".(aku hanya memandangnya dengan raut wajah kebencian) lo itu bukan mama gue . Mama gue udah di surga lho ngerti ?

Perempuan itu hanya memndangku dengan tersenyum. Dan berkata.

". Iya din mama tau itu. Mama tau mama ini bukan mama mu.

". Ehh diem aj elu pelakor kalo elu tau ngapa elu nyebut elu dengan sebutan mama . Najis amet ga pantes elu menyadang sebutan itu .

(akupun pergi meninggalkannya . Aku tau ucapanku sangat kasar tapi aku rasa itu sangat cocok untuknya)

".Lohh din .. kenapa? . Oh iya papa pergi dulu ya, Ada urusan yang harus papa urus (ucapnya seraya memperbaiki dasi yang iya gunakan). Aku hanya menoleh dan meninggalkan mereka berdua.

"Ya, aku tahu dengan apa yang papa rasakan, tapi kenapa ia tidak mau tahu dengan apa yang selama ini aku rasakan ??"

Sesampainya di kamar aku langsung membuka laci dan menggambil slembar foto mama yang sangat manis dengan senyuman berlesung pipi di pipi kirinya. Ku perhatikan sejenak foto itu seraya berkata

".Maa kenapa. Kenapa mama pergi? Kenapa mama ninggalin Dinda? Mama gak akan tau apa yang sekarang dinda rasakan . Mama juga gak bakalan tau kan perasaan dinda ketika dinda melihat perempuan itu? Hati dinda sakit dinda sangat membencinya dia merebut papa dari dinda . Papa lebih belain dia maa ... Dinda uda ga kuat disini .. ( aku sdah tidak bisa membendung air mata yang aku tahan sejak tadi yang akhirnya mengalir deras membasahi kedua pipi ini )

########

Malam telah berlalu kulirik jam di dingding kamarku, Jam menunjukkan pukul 06 : 02 WIB


Langsung aku bersiap2 mandi dan bergegas ke sekolah.

".non sarapan dulu . Suda bibik siapkan di meja makan .(ucap sesosok wanita tua yang biasa kita panggil bik munah)

".tidak usah. Gue sarapan di sekolah . Pak sodik mana? (tanya ku)

". Pak sodik d depan non sudah siap .

".oke . ( ucapku seraya melangkahkan kaki )

".selamat pagi non . Mari ..

Pak sodik iyalah salah satu supir di rumah ini yang sudah aku dan papa anggap keluarga sendiri . Iya sudah 10 thn lamanya mengabdi dengan setia di keluarga ini .

• SESAMPAI DI SEKOLAH ...

Aku berjalan menuju kelasku sapaan teman2 ku tiada aku gubris karena aku masih dalam suasana hati yang kalut .

Dikelas aku hanya duduk dan mendengarkan apa yang di terangkan guru bahasa itu ngerasa ada yg aneh yg terjadi padaku cikaa rosa dan erika seusai peljaran menghampiriku yang masih diam.

".hey Din elu kenapa ? Tumben2 murung gini? (tanya Erika)

"(aku hanya diam)"

"lu masi mikirin pelakor itu . Yaelah dinnn (cetus rosa erika dan cika bersamaan )

" Aku menoleh ke arah mereka semua"

". Apa gue ga berhak bahagia? Apa tuhan pilih2 untuk membahagiakan hamba2nya?? Apa gue melakukan kesalahan hingga gue diberi hukuman seperti ini?( ucapku dengn terisak2)

". Terus lu kenapa nangis? Ini krena ibu tiri elu itu kan? Jngan bodoh deh .kalo lo tumbang gini artinya elu kalah ! (ucap cika)

".nah bener tuh Din . Lu harus kuatlah . Masak elu mau kalah (tambah rosa)

Aku pikir yang mereka katakan benar .ku hapus sisa2 air mata ini dan menguatkan diri . aku fikir aku benar2 tidak boleh kalah dengan masalah ini.

".nahh gitu dong ... Ini baru Dinda kita

(sorak mereka bertiga seraya memelukku)

############

1 minggu berlalu.

Terdengar deru mesin mobil dari luar rumah .aku berjalan menghampiri pintu untuk melihat siapa yang datang .

Ternyata iya dia papaku . Karena malas bertemu dengan prempuan itu aku berlari kecil melangkahkan kakii k anak tangga untuk mencapai kamar aku yang memang berada d lantai atas . D kamar ku rebahkan tubuh ini dan memejamkannya berharap bisa tertidur dan melupakan masalah2ku ..

Tidak lama kemudian . Terdengar ketukan pintu (tok,,tokk,tokk)

".Non ini bik muna . Tuan manggil non . Disuruh turun sebentar .

". Harus sekarang bik? (jawab aku)

". Iya non sepertinya penting (sahut Bik Muna)

".males banget Dinda bik .( gerutuku sambil berjalan d belakang Bik Muna )

Sesampai di bawah ku lihat seorang ..... Ya sepertinya perempuan seusiaku hanya saja aku tidak melihat sisi feminimnya . Ku pandang dia dengan mengerutkan dahi .

". Oh iya sayang kenalkan, ini dia saudara tirimu dia anaknya mama yang di surabaya. Kemarin dia tinggal dengan neneknya . Tapi sekarang papa yang memutuskan agar dia bisa tinggal disini . Papa harap kalian bakalan jadi sauadara yang akur ( ucap papa panjag lebar)

Sontak aku kaget . Dia bener mau tinggal disini? Sama gue serumah ?? Bakalan jadi neraka ini rumah ohh tuhannn apalagi ini ... ( ucapku dalam hati)

•BERSAMBUNG•

Oleh: Camelia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel